Materi
utama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 yang
diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia:
Empat
Materi Utama MPLS 2026
1.
Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat
Materi
ini berfokus pada pembentukan karakter kuat, sehat, cerdas, dan berakhlak mulia
melalui 7 kebiasaan sederhana setiap hari:
Bangun Pagi:
Membuat tubuh segar dan siap menjalani hari.
Beribadah:
Menumbuhkan iman, ketenangan hati, dan kedisiplinan diri.
Berolahraga:
Menjaga kesehatan tubuh minimal 30 menit sehari.
Makan Sehat dan Bergizi:
Memilih makanan seimbang dan membiasakan sarapan.
Gemar Belajar:
Mengasah kemampuan dan melatih berpikir kritis/kreatif.
Bermasyarakat:
Melatih empati, kepedulian, dan kerja sama di lingkungan.
Tidur Lebih Awal:
Membiasakan tidur sebelum pukul 21.00 untuk mengistirahatkan tubuh.
2.
Pagi Ceria
Kebiasaan
memulai hari dengan kegiatan positif untuk menumbuhkan semangat dan kesiapan
belajar. Terdapat 5 Komponen Pagi Ceria:
Senyum & Sapa:
Membuka hari dengan suasana hangat.
Berdoa:
Memohon kekuatan dan keberkahan.
Gerakan Sehat:
Olahraga ringan untuk menyegarkan pikiran.
Literasi Pagi:
Membaca untuk menambah wawasan sebelum belajar.
Siap Belajar:
Menata niat dan perlengkapan sekolah secara bertanggung jawab.
3.
Sopan dan Santun Bermedia Sosial (Literasi Digital)
Materi
ini mengajarkan murid untuk bijak, aman, dan bertanggung jawab di dunia maya.
Sub-materi di dalamnya meliputi:
Etika Digital:
Menghormati orang lain, menggunakan bahasa yang baik, mematuhi aturan, dan
membatasi waktu online.
Jejak Digital:
Memahami dampak rekam jejak aktif dan pasif di internet yang bersifat
permanen.
Waspada Hoaks:
Mengenali ciri-ciri informasi palsu dan membiasakan prinsip "Cek
dulu sebelum sharing" (Cek sumber, fakta, tanggal, dan isi).
Stop Cyberbullying:
Mengenali jenis perundungan digital (seperti flaming, harassment,
denigration, impersonation, exclusion, outing & trickery) serta
cara menanggulanginya.
4.
Budaya Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun (5S)
Membangun
budaya positif di sekolah agar tercipta lingkungan yang ramah, aman, nyaman,
dan inklusif:
Senyum:
Menampilkan senyuman tulus kepada semua warga sekolah.
Salam:
Mengucapkan salam sebagai tanda hormat dan penghargaan.
Sapa:
Menyapa orang lain dengan ramah dan penuh perhatian.
Sopan:
Bersikap baik dalam perkataan, perbuatan, dan penampilan.
Santun:
Menghargai orang lain dengan menggunakan kata "tolong",
"maaf", dan "terima kasih".
Materi
Tambahan & Implementasi
Komitmen Murid Baru:
Pengisian Lembar Aktivitas Harian (tabel refleksi 7 kebiasaan baik) serta
penandatanganan janji Murid Indonesia Hebat.
Simulasi dan Praktik Langsung:
Menguji penerapan budaya 5S dalam kehidupan sehari-hari baik di sekolah
maupun di rumah menggunakan lembar observasi dan kartu peran.
Refleksi dan Evaluasi:
Mengukur pemahaman diri serta memberikan umpan balik atas pelaksanaan
MPLS.
Kemarin,
Sabtu, 13 Juni 2026, menjadi sebuah lembaran sejarah yang tidak akan pernah
pupus dalam ingatan kami sebagai orang tua. Menyaksikan putri kami, Raihani
Aulia Setiawan, berdiri dengan anggun mengenakan pakaian wisuda di Pondok
Pesantren Firdaus adalah sebuah anugerah yang nyata. Tiga tahun lalu,
perjalanan ini tidak dimulai dengan hamparan karpet merah, melainkan dengan
sebuah keraguan yang teramat besar. Rasa bimbang dan cemas berkecamuk di dalam
dada, baik di hati kami maupun di dalam jiwanya saat itu.
Kami
masih ingat dengan sangat jelas, perihnya hari-hari awal memasuki gerbang
asrama. Suasana baru yang asing, disiplin yang ketat, serta keharusan untuk
jauh dari pelukan hangat rumah membuatnya tertekan. Kerinduan dan rasa tidak
betah sempat merubuhkan pertahanan jiwanya, hingga sebaris kalimat lirih keluar
dari bibirnya: "Kalau Hani gak betah, mau pindah..." Kalimat
itu jujur sempat menyayat hati kami sebagai orang tua. Ada dorongan kuat untuk
membawanya pulang, namun ada bisikan nurani yang lebih dalam bahwa ini adalah
proses penempaan yang harus ia lalui demi masa depannya.
Perlahan
namun pasti, waktu membuktikan bahwa proses tidak pernah mengkhianati hasil.
Dengan untaian doa yang tiada putus, motivasi, serta bimbingan penuh kasih dari
para asatidz, ia mulai meyakinkan hatinya untuk menjalani kehidupan di pondok.
Langkah kaki yang tadinya berat untuk melangkah di koridor asrama, berubah
menjadi derap langkah yang penuh kepastian.
Berbagai
kegiatan sekolah dan asrama ia ikuti dengan suka cita mulai dari Bendahara OSIS,
Wakil Ketua Asrama, Mc kegiatan-kegiatan
sekolah hingga menjadi salah satu Duta Green Ambasador Provinsi Bali tahun 2024
yang diwisuda dan mendapatkan SK langsung dari Menteri Lingkungan Hidup dan
Kehutanan Ibu Prof. Ir. Siti Nurbaya Bakar, M.Sc.
Pondok
Pesantren Firdaus menjadi saksi bagaimana ia bertransformasi dari seorang gadis
kecil yang rapuh menjadi pribadi yang tangguh, mandiri, dan sarat akan
prestasi. Tidak hanya mampu bertahan, bahkan mengukir prestasi, baik di bidang
akademik maupun non-akademik. Setiap penghargaan yang ia raih adalah jawaban
indah atas air mata yang pernah tumpah di awal masa mondoknya.
Namun,
dari sekian banyak rentetan prestasi yang berhasil ditorehkannya, ada satu
pencapaian yang paling menggetarkan sanubari kami dan membuat air mata ini
menetes tanpa bisa dibendung. Ia berhasil menyelesaikan prestasi hafalan 5
Juz Al-Qur'an. Merupakan syarat minimal 3 tahun selama dipondok. Hafalan ini terasa sedikit bagi orang lain
tapi kami sebagai orang tua sudah sangat bersyukur. Mendengar ayat-ayat suci
itu kini terjaga di dalam dada putri kami adalah kebahagiaan tertinggi yang
tidak bisa dinilai dengan materi apa pun di dunia ini.
Anakku,
bersyukurlah sedalam-dalamnya kepada Allah SWT atas segala kemudahan dan
kekuatan yang telah diberikan-Nya. Berbahagialah atas pencapaian yang telah
melunasi seluruh lelahmu. Berbanggalah atas keteguhan hatimu yang memilih untuk
bertahan di kala menyerah terasa begitu mudah. Tiga tahun di Pondok Pesantren
Firdaus telah membentukmu menjadi intan.
Namun
ingatlah, wahai putriku, hari esok adalah lembaran baru yang masih putih
bersih. Jadikan seluruh prestasi, pujian, dan prosesi wisuda kemarin sebagai
kenangan indah yang tersimpan rapi di sudut memori. Jangan terlena oleh riuh
tepuk tangan hari ini. Esok hari, kamu harus melupakan euforia ini untuk
kembali menapak bumi dan bekerja jauh lebih keras lagi. Bangunlah kembali
semangatmu dari titik nol untuk menggapai impian-impian besar yang masih
membentang di depan sana.
Tantangan
yang menantimu di luar pagar pesantren akan jauh lebih berat dan kompleks
daripada hari ini. Dunia nyata menuntut ketahanan yang lebih tinggi. Namun,
dengan bekal iman, ilmu, kemandirian, yang telah tertanam di dalam dadamu, kami
yakin dan percaya kamu akan mampu melewati setiap badai kehidupan.
Selamat
atas kelulusanmu. Teruslah melangkah dan jadilah cahaya di mana pun kamu
berada. Doa ayah dan bunda akan selalu mengalir dalam setiap embusan napasmu.