Membangkitkan
semangat setelah libur Panjang dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 1447H sungguh
perlu effort yang besar. Setelah dua bulan mengikuti Wardah Inspiring Teacher
Penjelajah makna dengan menyelesaikan Modul Guru Belajar dan Modul Pemimpin
Belajar kini telah masuk next learning journey Penenun Aksi Dimana tujuan dari
pelatihan ini agar guru memahami berbagai materi PJBL dan menerapkan
PJBL di sekolah.
Pada sesi Penenun Aksi melalui sesi Synchronous terdiri dari beberapa sesi sesuai jadwal
Definisi
dan Pentingnya Berpikir Komputasional
- Definisi:
Sebuah cara berpikir untuk merumuskan masalah dan mencari solusi agar
dapat dikerjakan oleh manusia atau alat bantu secara efektif. Ini juga
melibatkan pencarian alasan logis di balik setiap keputusan.
- Urgensi:
Dianggap sebagai keterampilan dasar yang setara dengan membaca dan
berhitung. Di era teknologi, anak-anak perlu memahami proses di balik
gawai agar bisa menjadi pencipta solusi.
- Manfaat:
Membantu memecah masalah rumit menjadi ringan, melatih pengambilan
keputusan berdasarkan data (bukan tebakan), serta melatih ketekunan dan
kepercayaan diri (growth mindset).
2.
Sejarah Singkat
- Seymour Papert (1980):
Profesor MIT yang pertama kali menggunakan istilah ini dalam bukunya Mindstorms.
- Jeannette Wing (2006):
Peneliti yang mempopulerkan ide ini sebagai keahlian untuk semua orang,
bukan hanya ahli IT.
- Status Saat Ini:
Telah diintegrasikan ke dalam kurikulum sekolah di seluruh dunia.
3.
Empat Pilar Utama Berpikir Komputasional
Materi
ini menjelaskan empat teknik inti dalam penyelesaian masalah:
- Dekomposisi (Decomposition):
Memecah masalah besar atau sistem kompleks menjadi bagian-bagian kecil
yang lebih sederhana.
- Pengenalan Pola (Pattern
Recognition): Mencari kesamaan, tren, atau
keteraturan dalam masalah.
- Abstraksi (Abstraction):
Fokus hanya pada aspek penting dan mengabaikan detail yang tidak relevan
agar inti masalah mudah dipahami.
- Algoritma (Algorithm):
Mengembangkan instruksi langkah demi langkah secara urut dan logis untuk
menyelesaikan masalah.
4.
Penerapan dalam Kehidupan dan Pendidikan
- Waktu Penerapan:
Sebaiknya diajarkan sejak usia dini (pendidikan dasar).
- Contoh Sehari-hari:
Merencanakan liburan, berangkat sekolah, merapikan barang, atau memasak.
- Contoh Lintas Mata Pelajaran:
- Bahasa:
Memecah struktur cerpen menjadi unsur intrinsik (Dekomposisi).
- Matematika:
Menemukan pola deret angka (Pengenalan Pola).
- Geografi:
Membaca peta dengan fokus pada simbol jalan utama (Abstraksi).
- IPA:
Menyusun prosedur praktikum laboratorium (Algoritma).
Materi lengkap bisa di klik
https://drive.google.com/file/d/14po0Qi77cmZWF9g0hCNC1UJvixsNLc5J/view?usp=drive_link



