23 Oktober 2026

, ,

Mendorong Momen “Aha!”: Pendampingan Digitalisasi Pembelajaran dan Workshop Lumi di SMAS Firdaus Negara

 


Transformasi digital dalam dunia pendidikan bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah kebutuhan dasar untuk merespons perkembangan jaman dan karakteristik murid masa kini. Sebagai Fasilitator Daerah (Fasda), salah satu momen paling berkesan bagi saya adalah ketika mendampingi sekolah-sekolah dalam merangkul perubahan ini.

Kali ini, perjalanan pendampingan membawa saya ke SMAS Firdaus Negara dalam agenda Pendampingan Implementasi Digitalisasi Pembelajaran.

Refleksi dan Reframing: Mengapa Digitalisasi?

Mengawali sesi pendampingan, kami tidak langsung melompat ke perangkat lunak atau aplikasi. Bagi saya, penguatan mentalitas dan pemahaman filosofis (mindset) jauh lebih krusial.

Melalui sesi refleksi dan penguatan, saya mengajak para bapak dan ibu guru di SMAS Firdaus Negara untuk melirik kembali praktik pembelajaran yang selama ini berjalan:

  • Apakah media pembelajaran kita sudah cukup memantik rasa ingin tahu murid?
  • Apakah pemanfaatan teknologi di kelas baru sebatas memindahkan teks buku ke layar proyektor (PowerPoint pasif)?

Dari diskusi hangat tersebut, terungkap bahwa semangat Bapak/Ibu guru di SMAS Firdaus Negara sangat luar biasa. Namun, tantangan utama yang sering dihadapi adalah keterbatasan waktu dan kebingungan memilih tool teknologi yang tepat, praktis, serta benar-benar interaktif bagi siswa.

Mengubah Pembelajaran Pasif Menjadi Interaktif Bersama Lumi

Untuk menjawab tantangan tersebut, saya memfasilitasi Workshop Pembuatan Media Pembelajaran Interaktif dengan Lumi.

Mengapa Lumi? Lumi adalah salah satu desktop app berbasis H5P yang sangat ramah pengguna (terutama karena dapat diakses secara offline tanpa bergantung pada koneksi internet yang stabil saat proses pembuatan). Lumi memungkinkan guru membuat berbagai jenis konten interaktif tanpa perlu menguasai pemograman rumit.

Dalam workshop ini, para guru diajak untuk langsung mempraktikkan (hands-on):

  1. Interactive Video: Mengubah video pembelajaran biasa menjadi video interaktif yang diselingi kuis atau pertanyaan reflektif di menit-menit tertentu.
  2. Interactive Presentation: Menyusun presentasi yang tidak hanya dibaca, tetapi bisa diklik, memuat kuis singkat, dan memberikan feedback langsung kepada murid.
  3. Question Set & Drag-and-Drop: Membuat latihan soal yang menyenangkan berbasis visual.

Antusiasme dan Hasil Karya Guru SMAS Firdaus Negara

Suasana kelas workshop berubah menjadi sangat hidup ketika para guru mulai bereksperimen. Ada senyum kepuasan dan gelak tawa saat mereka berhasil menyisipkan kuis interaktif ke dalam video pembelajaran mereka sendiri. Momen "Aha!" terjadi ketika mereka menyadari betapa mudahnya membuat media pembelajaran yang selama ini mereka bayangkan rumit.

Penguatan yang saya berikan berfokus pada prinsip: Teknologi bukan untuk menggantikan peran guru, melainkan untuk memperkuat interaksi dan makna dalam belajar. Media yang interaktif akan membantu murid menjadi subjek aktif dalam pembelajaran, bukan sekadar pendengar pasif.

Langkah Selanjutnya

Selesainya sesi workshop bukanlah akhir dari pendampingan, melainkan titik awal bagi SMAS Firdaus Negara untuk terus berinovasi. Karya-karya media pembelajaran interaktif yang telah dibuat siap diimplementasikan langsung di kelas-kelas.

Terima kasih kepada Kepala Sekolah dan seluruh jajaran pendidik SMAS Firdaus Negara atas sambutan hangat, keterbukaan, dan semangat belajarnya yang luar biasa. Kesiapan Bapak dan Ibu guru dalam merangkul digitalisasi adalah hadiah terbaik bagi masa depan murid-murid kita.

Mari terus bergerak, berinovasi, dan menginspirasi!

Bagaimana pengalaman Bapak/Ibu guru dalam memanfaatkan media pembelajaran interaktif di sekolah masing-masing? Apakah sudah pernah mencoba aplikasi Lumi? Yuk, bagikan cerita dan pengalaman Anda di kolom komentar!

 

Continue reading Mendorong Momen “Aha!”: Pendampingan Digitalisasi Pembelajaran dan Workshop Lumi di SMAS Firdaus Negara

20 Oktober 2026

,

Pendampingan SPMI, Literasi-Numerasi, dan Digitalisasi Pembelajaran di SMAN 2 Mendoyo: Menguatkan Mutu dan Budaya Belajar

 


Halo Sahabat Cikgu dan para insan pendidik yang senantiasa berdedikasi!

Upaya peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan membutuhkan komitmen, sinergi, serta evaluasi yang konsisten di setiap satuan pendidikan. Baru-baru ini, saya berkesempatan hadir di SMAN 2 Mendoyo dalam rangkaian kegiatan Pendampingan Implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), Literasi-Numerasi, dan Digitalisasi Pembelajaran.

Sebagai Fasilitator Daerah (Fasda), peran utama dalam kegiatan pendampingan ini bukan sekadar menyampaikan materi searah, melainkan memfasilitasi proses refleksi mendalam atas materi yang telah dipelajari bersama, sekaligus memberikan penguatan strategis agar implementasinya berjalan optimal di kelas dan lingkungan sekolah.

1. Refleksi Bersama: Mengukur Peta Capaian dan Tantangan

Sesi diawali dengan mengajak kepala sekolah, tim penjaminan mutu, dan para guru SMAN 2 Mendoyo untuk melakukan refleksi kolektif. Kami mendiskusikan sejauh mana pemahaman dan keterlaksanaan program yang telah direncanakan.

Melalui ruang dialog interaktif ini, beberapa poin penting berhasil terefleksikan:

  • Pengintegrasian SPMI: Sejauh mana siklus perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan perbaikan mutu telah menjadi budaya kerja sekolah, bukan sekadar pemenuhan dokumen administratif.
  • Penguatan Literasi & Numerasi: Bagaimana strategi pembelajaran sehari-hari di kelas sudah mengakomodasi soal-soal berbasis penalaran (HOTS), pemecahan masalah kontekstual, dan budaya membaca murid.
  • Pemanfaatan Digitalisasi: Seberapa efektif media dan platform digital dimanfaatkan dalam mendukung proses pembelajaran yang berpusat pada siswa.

Proses refleksi ini penting agar seluruh tim warga sekolah memiliki pemahaman yang sama mengenai posisi saat ini dan target mutu yang ingin dicapai bersama.

2. Penguatan Tiga Pilar Utama Transformasi Sekolah

Setelah memetakan hasil refleksi, saya memberikan penguatan pada tiga pilar utama yang menjadi fokus pendampingan:

a. Penguatan SPMI (Sistem Penjaminan Mutu Internal)

SPMI adalah 'jantung' dari keberlanjutan mutu sekolah. Penguatan diarahkan pada pentingnya menjadikan hasil Rapor Pendidikan sebagai basis Perencanaan Berbasis Data (PBD). Dengan SPMI yang berjalan konsisten, SMAN 2 Mendoyo dapat secara mandiri mengidentifikasi akar masalah, merancang pembenahan, dan mengevaluasi dampaknya secara terukur.

b. Penguatan Literasi dan Numerasi

Literasi dan numerasi bukan hanya tanggung jawab guru Bahasa Indonesia atau Matematika, melainkan kompetensi fondasi yang harus dianyam ke dalam seluruh mata pelajaran. Penguatan berfokus pada perancangan aktivitas pembelajaran yang menstimulasi daya kritis, analisis data sederhana, serta pemahaman bacaan yang mendalam di semua mata pelajaran.

c. Penguatan Digitalisasi Pembelajaran

Digitalisasi bukan sekadar memindahkan papan tulis ke layar proyektor, melainkan transformasi pengalaman belajar. Saya menekankan pentingnya integrasi alat bantu digital interaktif dan platform pembelajaran yang dapat memicu keterlibatan aktif siswa, melatih kolaborasi, serta mempermudah guru dalam melakukan asesmen formatif secara real-time.

Sinergi untuk Keberlanjutan

Antusiasme dan keterbukaan seluruh pendidik di SMAN 2 Mendoyo sepanjang sesi pendampingan menjadi bukti komitmen kuat sekolah dalam memberikan layanan pendidikan terbaik bagi peserta didik.

"Mutu pendidikan tidak tercipta secara kebetulan, melainkan hasil dari refleksi yang jujur, perencanaan yang matang, dan aksi nyata yang konsisten."

Semoga hasil dari pendampingan ini dapat terus dihidupkan dalam keseharian ruang kelas di SMAN 2 Mendoyo. Terima kasih atas sambutan hangat dan semangat kolaborasi yang luar biasa!

Salam Inovasi dan Salam Tergerak, Bergerak, Menggerakkan!

 

Continue reading Pendampingan SPMI, Literasi-Numerasi, dan Digitalisasi Pembelajaran di SMAN 2 Mendoyo: Menguatkan Mutu dan Budaya Belajar

07 Oktober 2026

,

Berbagi Praktik Baik Media Interaktif Berbasis Lumi Education

 


Halo Sahabat Cikgu dan para pendidik hebat di seluruh Nusantara!

Semoga semangat untuk terus belajar, berkarya, dan berbagi senantiasa menyalakan ruang-ruang kelas kita. Pada kesempatan kali ini, saya ingin mendokumentasikan sekaligus membagikan pengalaman saat dipercaya menjadi Narasumber Implementasi Digitalisasi Pembelajaran, dengan fokus materi Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Menggunakan Aplikasi Lumi  di SMP Firdaus.

Sebagai guru di era transformatif ini, kita tentu menyadari bahwa menghadirkan teknologi ke dalam kelas bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan kebutuhan. Namun, tantangannya adalah: bagaimana menjadikan teknologi tersebut benar-benar mampu mengajak siswa aktif berpikir, terlibat, dan menikmati proses belajar?

Salah satu jawaban yang saya temukan dan bagikan pada kegiatan workshop kali ini adalah memanfaatkan Lumi Education.

Mengapa Memilih Lumi untuk Pembelajaran Interaktif?

Di hadapan para rekan sejawat yang hadir, saya memaparkan mengapa Lumi menjadi salah satu tool unggulan yang sangat direkomendasikan untuk akselerasi digitalisasi sekolah:

  1. Berbasis H5P yang Kaya Fitur: Lumi mengintegrasikan standar H5P yang memungkinkan kita membuat lebih dari 40 jenis konten interaktif—mulai dari Interactive Video, Drag and Drop, Flashcards, Branching Scenario, hingga Interactive Presentation.
  2. Fleksibel (Offline & Online): Ini adalah poin krusial! Aplikasi desktop Lumi dapat dijalankan secara offline saat pembuatan materi. Konten yang dihasilkan juga bisa diekspor dalam format HTML5 atau paket SCORM yang siap diintegrasikan ke Learning Management System (LMS) sekolah, blog, maupun diakses langsung tanpa koneksi internet yang kuat.
  3. Gratis dan Open Source: Bebas biaya lisensi sehingga sangat ramah untuk diimplementasikan oleh guru di berbagai jenjang dan daerah.

 

Continue reading Berbagi Praktik Baik Media Interaktif Berbasis Lumi Education

05 Oktober 2026

Meriah! 200 Siswa SD se-Jembrana Ikuti Try Out TKA Berbasis Digital di HUT Spenduyo


Suasana antusias menyelimuti SMP Negeri 2 Mendoyo pada Jumat, 2 Oktober 2026. Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Spenduyo, sekolah menggelar ajang Try Out Tes Kemampuan Akademik (TO TKA) Tingkat SD se-Kabupaten Jembrana. Kegiatan kompetitif ini terwujud berkat kolaborasi strategis antara SMPN 2 Mendoyo dan Ruang Guru.

Sesuai dengan semangat transformasi digital pendidikan, pelaksanaan Try Out kali ini diselenggarakan secara online. Sebanyak 200 peserta tingkat SD dari berbagai wilayah di Kabupaten Jembrana hadir dengan penuh semangat untuk menguji kemampuan akademik mereka menggunakan gawai masing-masing.

Untuk memastikan kesetaraan akses dan kelancaran ujian bagi peserta yang mengalami kendala teknis atau tidak membawa gawai, laboratorium komputer SMPN 2 Mendoyo disiagakan penuh. Pengelolaan serta pengondisian teknis di laboratorium komputer dikoordinasi langsung oleh Cikgu Rita, sehingga seluruh rangkaian ujian dapat berjalan tertib, lancar, dan tanpa hambatan teknis yang berarti.

Sorotan Utama Kegiatan

  • Sinergi Edukasi: Kolaborasi Spenduyo bersama Ruang Guru menghadirkan standar soal TKA yang berkualitas untuk mengukur kesiapan akademik siswa SD.

  • Pemanfaatan Teknologi: Pelaksanaan ujian berbasis smartphone dan komputer melatih kemandirian serta literasi digital para peserta sejak dini.

  • Fasilitas Inklusif: Duduk di lab komputer Spenduyo memastikan setiap peserta terlayani dengan optimal tanpa terkendala gawai.

Penyelenggaraan TO TKA ini tidak hanya menjadi bagian dari perayaan ulang tahun sekolah, tetapi juga komitmen nyata SMPN 2 Mendoyo dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan serta kesiapan digital generasi muda di Kabupaten Jembrana.

Continue reading Meriah! 200 Siswa SD se-Jembrana Ikuti Try Out TKA Berbasis Digital di HUT Spenduyo

24 September 2026

, ,

Menguatkan Mutu dan Digitalisasi, Catatan Pendampingan Bimtek BOS Kinerja SKB & PKBM Bhatara Jembrana

 


Berbagi ilmu dan bertumbuh bersama para pendidik adalah salah satu momen yang selalu mendatangkan rasa syukur. Kali ini, saya bersama rekan Fasilitator Daerah (Fasda) dari SMPN 2 Mendoyo kembali mendapat kepercayaan untuk membersamai Bapak/Ibu hebat dalam rangkaian kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) BOS Kinerja Terbaik Sekolah Pendidikan Non Formal bagi SKB dan PKBM Bhatara Kabupaten Jembrana.

Rangkaian Bimtek ini berlangsung selama tiga kali pertemuan yang padat makna, berfokus pada penguatan mutu lembaga serta adaptasi teknologi dalam pembelajaran.

Hari 1 & 2: Penguatan SPMI dan Literasi-Numerasi di Ballroom Negara Hotel

Dua pertemuan awal yang dilaksanakan pada 12 dan 13 September berfokus pada dua pilar utama pendidikan: Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) serta penguatan Literasi dan Numerasi.

Kegiatan bertempat di Ballroom Negara Hotel dan dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Jembrana, Bapak I Gusti Putu Anom Saputra, AP., M.Si. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya komitmen bersama dalam menjaga mutu pendidikan non-formal agar mampu beradaptasi dan bersaing di era sekarang.

Selama dua hari ini, para peserta diajak menyelami bagaimana SPMI menjadi jantung dari keberlanjutan kualitas sekolah, serta bagaimana strategi praktis merancang pembelajaran yang mengintegrasikan kecakapan literasi dan numerasi berbasis kebutuhan peserta didik.

Hari 3: Menuju Pendidik Digital di SMKTP 45 Jembrana

Rangkaian kegiatan ditutup pada hari Sabtu, 19 September bertempat di SMKTP 45 Kab. Jembrana. Sesi terakhir ini difokuskan pada materi Digitalisasi Education.

Di era transformasi digital saat ini, pendidikan non-formal seperti SKB dan PKBM memiliki peran strategis untuk memanfaatkan teknologi modern. Kami berdiskusi dan mempraktikkan langsung pemanfaatan tools digital untuk efisiensi administrasi, pengelolaan program BOS Kinerja, hingga penciptaan media pembelajaran yang lebih interaktif.



Refleksi dan Harapan

Semangat dan antusiasme dari para pengelola serta tutor SKB dan PKBM Bhatara sepanjang tiga hari pertemuan ini sangat luar biasa. Pendidikan non-formal adalah garda penting dalam wujud kesetaraan akses pendidikan di Kabupaten Jembrana, dan BOS Kinerja Terbaik ini menjadi pelecut semangat untuk terus menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas.

Terima kasih atas kolaborasi yang hangat dari seluruh peserta dan panitia penyelenggara. Semoga materi yang didiskusikan bersama dapat memberikan dampak nyata dan keberlanjutan bagi kemajuan lembaga masing-masing.

Sampai jumpa di ruang-ruang belajar dan berbagi selanjutnya!

 

Continue reading Menguatkan Mutu dan Digitalisasi, Catatan Pendampingan Bimtek BOS Kinerja SKB & PKBM Bhatara Jembrana
, ,

Hasil Belajar Siswa Dengan Scratch

 



Pada aplikasi scratch siswa belajar menyusun balok-balok kode visual untuk mengontrol pergerakan karakter (sprite), mengatur latar belakang, menciptakan logika permainan seperti deteksi tabrakan atau sistem skor, serta menambahkan elemen interaktif seperti merespons input tombol, menunjukkan pemahaman dasar mereka terhadap konsep pemrograman seperti urutan, perulangan, dan kondisi (if-then). Berikut ini hasil karya siswa dari pembelajaran scratch. 




Continue reading Hasil Belajar Siswa Dengan Scratch

15 September 2026

Dari Penenun Aksi Menuju Pemantik Inspirasi Sebuah Catatan Langkah Kecil untuk Perubahan WIT Gen 8

 

Hari ini langkah saya di program Wardah Inspiring Teacher (WIT) Gen 8 memasuki babak baru. Sebuah pesan masuk dan membawa kabar yang sangat disyukuri: keterlibatan saya di Tahap Penenun Aksi dinyatakan lolos dengan hasil Sangat Memuaskan.

Mengingat kembali proses yang sudah dilalui, predikat ini bukan sekadar nilai di atas kertas. Ada perjuangan untuk konsisten hadir di setiap sesi synchronous, meluangkan waktu merenungkan setiap proses lewat formulir refleksi, hingga menyusun laporan implementasi Project Based Learning (PjBL) di tengah padatnya aktivitas harian. Rasanya lega dan bersyukur sekali melihat setiap usaha yang ditanam bisa berbuah dengan baik.






Kini, pintu Tahap 3: Pemantik Inspirasi resmi terbuka. Di tahap ini, tantangannya akan semakin menarik. Saya diajak untuk menuangkan cerita perubahan—kisah-kisah kecil dari ruang kelas dan perjalanan belajar saya—yang harapannya bisa memberikan percikan semangat bagi rekan-rekan pendidik lainnya melalui Surat Kabar Guru Belajar.

Langkah awal untuk tahap ini sudah dimulai:

  • Bergabung dengan Grup Komunitas: Masuk ke dalam ekosistem hangat bersama para pendidik berdaya di Grup Pemantik Inspirasi untuk saling berbagi semangat dan bertumbuh bersama.

  • Mendalami Panduan Program: Memelajari kembali peta jalan dan navigasi tahap ini agar tiap cerita yang dituliskan benar-benar memiliki arah dan makna.

Menulis cerita perubahan bukan tentang memamerkan keberhasilan, melainkan tentang merefleksikan proses, memeluk kekurangan, dan membagikan praktik baik agar bisa dipelajari bersama.

Terima kasih untuk semua dukungan yang terus mengalir. Mari kita lanjutkan perjalanan belajar ini, menyalakan inspirasi, dan terus berdampak dari ruang kelas kita masing-masing.

Salam hangat dan semangat belajar,

Continue reading Dari Penenun Aksi Menuju Pemantik Inspirasi Sebuah Catatan Langkah Kecil untuk Perubahan WIT Gen 8