Transformasi
digital dalam dunia pendidikan bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah
kebutuhan dasar untuk merespons perkembangan jaman dan karakteristik murid masa
kini. Sebagai Fasilitator Daerah (Fasda), salah satu momen paling berkesan bagi
saya adalah ketika mendampingi sekolah-sekolah dalam merangkul perubahan ini.
Kali
ini, perjalanan pendampingan membawa saya ke SMAS Firdaus Negara dalam
agenda Pendampingan Implementasi Digitalisasi Pembelajaran.
Refleksi
dan Reframing: Mengapa Digitalisasi?
Mengawali
sesi pendampingan, kami tidak langsung melompat ke perangkat lunak atau
aplikasi. Bagi saya, penguatan mentalitas dan pemahaman filosofis (mindset)
jauh lebih krusial.
Melalui
sesi refleksi dan penguatan, saya mengajak para bapak dan ibu guru di
SMAS Firdaus Negara untuk melirik kembali praktik pembelajaran yang selama ini
berjalan:
- Apakah media pembelajaran kita sudah
cukup memantik rasa ingin tahu murid?
- Apakah pemanfaatan teknologi di kelas
baru sebatas memindahkan teks buku ke layar proyektor (PowerPoint pasif)?
Dari
diskusi hangat tersebut, terungkap bahwa semangat Bapak/Ibu guru di SMAS
Firdaus Negara sangat luar biasa. Namun, tantangan utama yang sering dihadapi
adalah keterbatasan waktu dan kebingungan memilih tool teknologi yang
tepat, praktis, serta benar-benar interaktif bagi siswa.
Mengubah Pembelajaran Pasif Menjadi Interaktif Bersama Lumi
Untuk
menjawab tantangan tersebut, saya memfasilitasi Workshop Pembuatan Media
Pembelajaran Interaktif dengan Lumi.
Mengapa
Lumi? Lumi adalah salah satu desktop app berbasis H5P yang sangat
ramah pengguna (terutama karena dapat diakses secara offline tanpa
bergantung pada koneksi internet yang stabil saat proses pembuatan). Lumi
memungkinkan guru membuat berbagai jenis konten interaktif tanpa perlu
menguasai pemograman rumit.
Dalam
workshop ini, para guru diajak untuk langsung mempraktikkan (hands-on):
- Interactive Video:
Mengubah video pembelajaran biasa menjadi video interaktif yang diselingi
kuis atau pertanyaan reflektif di menit-menit tertentu.
- Interactive Presentation:
Menyusun presentasi yang tidak hanya dibaca, tetapi bisa diklik, memuat
kuis singkat, dan memberikan feedback langsung kepada murid.
- Question Set & Drag-and-Drop:
Membuat latihan soal yang menyenangkan berbasis visual.
Antusiasme
dan Hasil Karya Guru SMAS Firdaus Negara
Suasana
kelas workshop berubah menjadi sangat hidup ketika para guru mulai
bereksperimen. Ada senyum kepuasan dan gelak tawa saat mereka berhasil
menyisipkan kuis interaktif ke dalam video pembelajaran mereka sendiri. Momen "Aha!"
terjadi ketika mereka menyadari betapa mudahnya membuat media pembelajaran yang
selama ini mereka bayangkan rumit.
Penguatan
yang saya berikan berfokus pada prinsip: Teknologi bukan untuk menggantikan
peran guru, melainkan untuk memperkuat interaksi dan makna dalam belajar. Media
yang interaktif akan membantu murid menjadi subjek aktif dalam pembelajaran,
bukan sekadar pendengar pasif.
Langkah
Selanjutnya
Selesainya
sesi workshop bukanlah akhir dari pendampingan, melainkan titik awal bagi SMAS
Firdaus Negara untuk terus berinovasi. Karya-karya media pembelajaran
interaktif yang telah dibuat siap diimplementasikan langsung di kelas-kelas.
Terima
kasih kepada Kepala Sekolah dan seluruh jajaran pendidik SMAS Firdaus Negara
atas sambutan hangat, keterbukaan, dan semangat belajarnya yang luar biasa.
Kesiapan Bapak dan Ibu guru dalam merangkul digitalisasi adalah hadiah terbaik
bagi masa depan murid-murid kita.
Mari
terus bergerak, berinovasi, dan menginspirasi!
Bagaimana
pengalaman Bapak/Ibu guru dalam memanfaatkan media pembelajaran interaktif di
sekolah masing-masing? Apakah sudah pernah mencoba aplikasi Lumi? Yuk, bagikan
cerita dan pengalaman Anda di kolom komentar!




