20 Oktober 2026

,

Pendampingan SPMI, Literasi-Numerasi, dan Digitalisasi Pembelajaran di SMAN 2 Mendoyo: Menguatkan Mutu dan Budaya Belajar

 


Halo Sahabat Cikgu dan para insan pendidik yang senantiasa berdedikasi!

Upaya peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan membutuhkan komitmen, sinergi, serta evaluasi yang konsisten di setiap satuan pendidikan. Baru-baru ini, saya berkesempatan hadir di SMAN 2 Mendoyo dalam rangkaian kegiatan Pendampingan Implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), Literasi-Numerasi, dan Digitalisasi Pembelajaran.

Sebagai Fasilitator Daerah (Fasda), peran utama dalam kegiatan pendampingan ini bukan sekadar menyampaikan materi searah, melainkan memfasilitasi proses refleksi mendalam atas materi yang telah dipelajari bersama, sekaligus memberikan penguatan strategis agar implementasinya berjalan optimal di kelas dan lingkungan sekolah.

1. Refleksi Bersama: Mengukur Peta Capaian dan Tantangan

Sesi diawali dengan mengajak kepala sekolah, tim penjaminan mutu, dan para guru SMAN 2 Mendoyo untuk melakukan refleksi kolektif. Kami mendiskusikan sejauh mana pemahaman dan keterlaksanaan program yang telah direncanakan.

Melalui ruang dialog interaktif ini, beberapa poin penting berhasil terefleksikan:

  • Pengintegrasian SPMI: Sejauh mana siklus perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan perbaikan mutu telah menjadi budaya kerja sekolah, bukan sekadar pemenuhan dokumen administratif.
  • Penguatan Literasi & Numerasi: Bagaimana strategi pembelajaran sehari-hari di kelas sudah mengakomodasi soal-soal berbasis penalaran (HOTS), pemecahan masalah kontekstual, dan budaya membaca murid.
  • Pemanfaatan Digitalisasi: Seberapa efektif media dan platform digital dimanfaatkan dalam mendukung proses pembelajaran yang berpusat pada siswa.

Proses refleksi ini penting agar seluruh tim warga sekolah memiliki pemahaman yang sama mengenai posisi saat ini dan target mutu yang ingin dicapai bersama.

2. Penguatan Tiga Pilar Utama Transformasi Sekolah

Setelah memetakan hasil refleksi, saya memberikan penguatan pada tiga pilar utama yang menjadi fokus pendampingan:

a. Penguatan SPMI (Sistem Penjaminan Mutu Internal)

SPMI adalah 'jantung' dari keberlanjutan mutu sekolah. Penguatan diarahkan pada pentingnya menjadikan hasil Rapor Pendidikan sebagai basis Perencanaan Berbasis Data (PBD). Dengan SPMI yang berjalan konsisten, SMAN 2 Mendoyo dapat secara mandiri mengidentifikasi akar masalah, merancang pembenahan, dan mengevaluasi dampaknya secara terukur.

b. Penguatan Literasi dan Numerasi

Literasi dan numerasi bukan hanya tanggung jawab guru Bahasa Indonesia atau Matematika, melainkan kompetensi fondasi yang harus dianyam ke dalam seluruh mata pelajaran. Penguatan berfokus pada perancangan aktivitas pembelajaran yang menstimulasi daya kritis, analisis data sederhana, serta pemahaman bacaan yang mendalam di semua mata pelajaran.

c. Penguatan Digitalisasi Pembelajaran

Digitalisasi bukan sekadar memindahkan papan tulis ke layar proyektor, melainkan transformasi pengalaman belajar. Saya menekankan pentingnya integrasi alat bantu digital interaktif dan platform pembelajaran yang dapat memicu keterlibatan aktif siswa, melatih kolaborasi, serta mempermudah guru dalam melakukan asesmen formatif secara real-time.

Sinergi untuk Keberlanjutan

Antusiasme dan keterbukaan seluruh pendidik di SMAN 2 Mendoyo sepanjang sesi pendampingan menjadi bukti komitmen kuat sekolah dalam memberikan layanan pendidikan terbaik bagi peserta didik.

"Mutu pendidikan tidak tercipta secara kebetulan, melainkan hasil dari refleksi yang jujur, perencanaan yang matang, dan aksi nyata yang konsisten."

Semoga hasil dari pendampingan ini dapat terus dihidupkan dalam keseharian ruang kelas di SMAN 2 Mendoyo. Terima kasih atas sambutan hangat dan semangat kolaborasi yang luar biasa!

Salam Inovasi dan Salam Tergerak, Bergerak, Menggerakkan!

 

Continue reading Pendampingan SPMI, Literasi-Numerasi, dan Digitalisasi Pembelajaran di SMAN 2 Mendoyo: Menguatkan Mutu dan Budaya Belajar

07 Oktober 2026

,

Berbagi Praktik Baik Media Interaktif Berbasis Lumi Education

 


Halo Sahabat Cikgu dan para pendidik hebat di seluruh Nusantara!

Semoga semangat untuk terus belajar, berkarya, dan berbagi senantiasa menyalakan ruang-ruang kelas kita. Pada kesempatan kali ini, saya ingin mendokumentasikan sekaligus membagikan pengalaman saat dipercaya menjadi Narasumber Implementasi Digitalisasi Pembelajaran, dengan fokus materi Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Menggunakan Aplikasi Lumi  di SMP Firdaus.

Sebagai guru di era transformatif ini, kita tentu menyadari bahwa menghadirkan teknologi ke dalam kelas bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan kebutuhan. Namun, tantangannya adalah: bagaimana menjadikan teknologi tersebut benar-benar mampu mengajak siswa aktif berpikir, terlibat, dan menikmati proses belajar?

Salah satu jawaban yang saya temukan dan bagikan pada kegiatan workshop kali ini adalah memanfaatkan Lumi Education.

Mengapa Memilih Lumi untuk Pembelajaran Interaktif?

Di hadapan para rekan sejawat yang hadir, saya memaparkan mengapa Lumi menjadi salah satu tool unggulan yang sangat direkomendasikan untuk akselerasi digitalisasi sekolah:

  1. Berbasis H5P yang Kaya Fitur: Lumi mengintegrasikan standar H5P yang memungkinkan kita membuat lebih dari 40 jenis konten interaktif—mulai dari Interactive Video, Drag and Drop, Flashcards, Branching Scenario, hingga Interactive Presentation.
  2. Fleksibel (Offline & Online): Ini adalah poin krusial! Aplikasi desktop Lumi dapat dijalankan secara offline saat pembuatan materi. Konten yang dihasilkan juga bisa diekspor dalam format HTML5 atau paket SCORM yang siap diintegrasikan ke Learning Management System (LMS) sekolah, blog, maupun diakses langsung tanpa koneksi internet yang kuat.
  3. Gratis dan Open Source: Bebas biaya lisensi sehingga sangat ramah untuk diimplementasikan oleh guru di berbagai jenjang dan daerah.

 

Continue reading Berbagi Praktik Baik Media Interaktif Berbasis Lumi Education

05 Oktober 2026

Meriah! 200 Siswa SD se-Jembrana Ikuti Try Out TKA Berbasis Digital di HUT Spenduyo


Suasana antusias menyelimuti SMP Negeri 2 Mendoyo pada Jumat, 2 Oktober 2026. Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Spenduyo, sekolah menggelar ajang Try Out Tes Kemampuan Akademik (TO TKA) Tingkat SD se-Kabupaten Jembrana. Kegiatan kompetitif ini terwujud berkat kolaborasi strategis antara SMPN 2 Mendoyo dan Ruang Guru.

Sesuai dengan semangat transformasi digital pendidikan, pelaksanaan Try Out kali ini diselenggarakan secara online. Sebanyak 200 peserta tingkat SD dari berbagai wilayah di Kabupaten Jembrana hadir dengan penuh semangat untuk menguji kemampuan akademik mereka menggunakan gawai masing-masing.

Untuk memastikan kesetaraan akses dan kelancaran ujian bagi peserta yang mengalami kendala teknis atau tidak membawa gawai, laboratorium komputer SMPN 2 Mendoyo disiagakan penuh. Pengelolaan serta pengondisian teknis di laboratorium komputer dikoordinasi langsung oleh Cikgu Rita, sehingga seluruh rangkaian ujian dapat berjalan tertib, lancar, dan tanpa hambatan teknis yang berarti.

Sorotan Utama Kegiatan

  • Sinergi Edukasi: Kolaborasi Spenduyo bersama Ruang Guru menghadirkan standar soal TKA yang berkualitas untuk mengukur kesiapan akademik siswa SD.

  • Pemanfaatan Teknologi: Pelaksanaan ujian berbasis smartphone dan komputer melatih kemandirian serta literasi digital para peserta sejak dini.

  • Fasilitas Inklusif: Duduk di lab komputer Spenduyo memastikan setiap peserta terlayani dengan optimal tanpa terkendala gawai.

Penyelenggaraan TO TKA ini tidak hanya menjadi bagian dari perayaan ulang tahun sekolah, tetapi juga komitmen nyata SMPN 2 Mendoyo dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan serta kesiapan digital generasi muda di Kabupaten Jembrana.

Continue reading Meriah! 200 Siswa SD se-Jembrana Ikuti Try Out TKA Berbasis Digital di HUT Spenduyo

24 September 2026

, ,

Menguatkan Mutu dan Digitalisasi, Catatan Pendampingan Bimtek BOS Kinerja SKB & PKBM Bhatara Jembrana

 


Berbagi ilmu dan bertumbuh bersama para pendidik adalah salah satu momen yang selalu mendatangkan rasa syukur. Kali ini, saya bersama rekan Fasilitator Daerah (Fasda) dari SMPN 2 Mendoyo kembali mendapat kepercayaan untuk membersamai Bapak/Ibu hebat dalam rangkaian kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) BOS Kinerja Terbaik Sekolah Pendidikan Non Formal bagi SKB dan PKBM Bhatara Kabupaten Jembrana.

Rangkaian Bimtek ini berlangsung selama tiga kali pertemuan yang padat makna, berfokus pada penguatan mutu lembaga serta adaptasi teknologi dalam pembelajaran.

Hari 1 & 2: Penguatan SPMI dan Literasi-Numerasi di Ballroom Negara Hotel

Dua pertemuan awal yang dilaksanakan pada 12 dan 13 September berfokus pada dua pilar utama pendidikan: Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) serta penguatan Literasi dan Numerasi.

Kegiatan bertempat di Ballroom Negara Hotel dan dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Jembrana, Bapak I Gusti Putu Anom Saputra, AP., M.Si. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya komitmen bersama dalam menjaga mutu pendidikan non-formal agar mampu beradaptasi dan bersaing di era sekarang.

Selama dua hari ini, para peserta diajak menyelami bagaimana SPMI menjadi jantung dari keberlanjutan kualitas sekolah, serta bagaimana strategi praktis merancang pembelajaran yang mengintegrasikan kecakapan literasi dan numerasi berbasis kebutuhan peserta didik.

Hari 3: Menuju Pendidik Digital di SMKTP 45 Jembrana

Rangkaian kegiatan ditutup pada hari Sabtu, 19 September bertempat di SMKTP 45 Kab. Jembrana. Sesi terakhir ini difokuskan pada materi Digitalisasi Education.

Di era transformasi digital saat ini, pendidikan non-formal seperti SKB dan PKBM memiliki peran strategis untuk memanfaatkan teknologi modern. Kami berdiskusi dan mempraktikkan langsung pemanfaatan tools digital untuk efisiensi administrasi, pengelolaan program BOS Kinerja, hingga penciptaan media pembelajaran yang lebih interaktif.



Refleksi dan Harapan

Semangat dan antusiasme dari para pengelola serta tutor SKB dan PKBM Bhatara sepanjang tiga hari pertemuan ini sangat luar biasa. Pendidikan non-formal adalah garda penting dalam wujud kesetaraan akses pendidikan di Kabupaten Jembrana, dan BOS Kinerja Terbaik ini menjadi pelecut semangat untuk terus menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas.

Terima kasih atas kolaborasi yang hangat dari seluruh peserta dan panitia penyelenggara. Semoga materi yang didiskusikan bersama dapat memberikan dampak nyata dan keberlanjutan bagi kemajuan lembaga masing-masing.

Sampai jumpa di ruang-ruang belajar dan berbagi selanjutnya!

 

Continue reading Menguatkan Mutu dan Digitalisasi, Catatan Pendampingan Bimtek BOS Kinerja SKB & PKBM Bhatara Jembrana
, ,

Hasil Belajar Siswa Dengan Scratch

 



Pada aplikasi scratch siswa belajar menyusun balok-balok kode visual untuk mengontrol pergerakan karakter (sprite), mengatur latar belakang, menciptakan logika permainan seperti deteksi tabrakan atau sistem skor, serta menambahkan elemen interaktif seperti merespons input tombol, menunjukkan pemahaman dasar mereka terhadap konsep pemrograman seperti urutan, perulangan, dan kondisi (if-then). Berikut ini hasil karya siswa dari pembelajaran scratch. 




Continue reading Hasil Belajar Siswa Dengan Scratch

15 September 2026

Dari Penenun Aksi Menuju Pemantik Inspirasi Sebuah Catatan Langkah Kecil untuk Perubahan WIT Gen 8

 

Hari ini langkah saya di program Wardah Inspiring Teacher (WIT) Gen 8 memasuki babak baru. Sebuah pesan masuk dan membawa kabar yang sangat disyukuri: keterlibatan saya di Tahap Penenun Aksi dinyatakan lolos dengan hasil Sangat Memuaskan.

Mengingat kembali proses yang sudah dilalui, predikat ini bukan sekadar nilai di atas kertas. Ada perjuangan untuk konsisten hadir di setiap sesi synchronous, meluangkan waktu merenungkan setiap proses lewat formulir refleksi, hingga menyusun laporan implementasi Project Based Learning (PjBL) di tengah padatnya aktivitas harian. Rasanya lega dan bersyukur sekali melihat setiap usaha yang ditanam bisa berbuah dengan baik.






Kini, pintu Tahap 3: Pemantik Inspirasi resmi terbuka. Di tahap ini, tantangannya akan semakin menarik. Saya diajak untuk menuangkan cerita perubahan—kisah-kisah kecil dari ruang kelas dan perjalanan belajar saya—yang harapannya bisa memberikan percikan semangat bagi rekan-rekan pendidik lainnya melalui Surat Kabar Guru Belajar.

Langkah awal untuk tahap ini sudah dimulai:

  • Bergabung dengan Grup Komunitas: Masuk ke dalam ekosistem hangat bersama para pendidik berdaya di Grup Pemantik Inspirasi untuk saling berbagi semangat dan bertumbuh bersama.

  • Mendalami Panduan Program: Memelajari kembali peta jalan dan navigasi tahap ini agar tiap cerita yang dituliskan benar-benar memiliki arah dan makna.

Menulis cerita perubahan bukan tentang memamerkan keberhasilan, melainkan tentang merefleksikan proses, memeluk kekurangan, dan membagikan praktik baik agar bisa dipelajari bersama.

Terima kasih untuk semua dukungan yang terus mengalir. Mari kita lanjutkan perjalanan belajar ini, menyalakan inspirasi, dan terus berdampak dari ruang kelas kita masing-masing.

Salam hangat dan semangat belajar,

Continue reading Dari Penenun Aksi Menuju Pemantik Inspirasi Sebuah Catatan Langkah Kecil untuk Perubahan WIT Gen 8

13 September 2026

, ,

Membersamai BOS Kinerja Terbaik Tahun 2026 Gugus SMA Kab.Jembrana



Sebagai seorang pendidik, tidak ada kebahagiaan yang lebih besar daripada berbagi kepada rekan-rekan sejawat yang memiliki semangat membara untuk memajukan kualitas sekolahnya. Pada tanggal 7 hingga 9 September 2026, saya bersyukur mendapat amanah untuk bertindak sebagai Fasilitator Daerah (Fasda) dalam kegiatan penguatan mutu pendidikan bertempat di SMA Negeri 1 Mendoyo.

Kegiatan ini secara khusus membersamai bapak dan ibu guru hebat dari tiga sekolah penerima penghargaan BOS Kinerja Terbaik Tahun 2026 di Kabupaten Jembrana, yaitu:

  1. SMA Negeri 1 Mendoyo
  2. SMA Negeri 2 Mendoyo
  3. SMA Firdaus

Selama tiga hari penuh, kegiatan pendampingan ini berlangsung sangat intensif dan penuh kolaborasi. Tidak sendiri, saya berkesempatan untuk berdampingan dan berkolaborasi bersama Bpk. Made Saputra, M.Si (Fasda Provinsi Bali).



Dalam bimtek ini, kami mengupas tiga pilar utama peningkatan mutu sekolah

1. SPMI: Kompas Tata Kelola dan Budaya Mutu Sekolah

Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) merupakan siklus yang memastikan seluruh proses pendidikan di satuan pendidikan berjalan sesuai dengan standar yang ditetapkan. Melalui siklus perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, hingga perbaikan berkelanjutan (Continuous Improvement), SPMI bertindak sebagai pendorong utama (driver) dalam mengidentifikasi kebutuhan nyata sekolah.

Dalam praktiknya, SPMI memberikan arah yang jelas terhadap fokus pembenahan mutu. Salah satu hasil pemetaan mutu paling vital yang kini menjadi prioritas nasional adalah penguatan kompetensi dasar peserta didik dalam literasi dan numerasi.

2. Literasi dan Numerasi: Fondasi Kompetensi Abad ke-21

Literasi dan numerasi bukan lagi sekadar kemampuan membaca, menulis, dan berhitung secara mekanis, melainkan kecakapan menalar, menganalisis informasi, dan memecahkan masalah kehidupan nyata.

Melalui kerangka kerja SPMI, program penguatan literasi dan numerasi dirancang bukan sebagai beban tambahan, melainkan diintegrasikan ke dalam seluruh mata pelajaran. Strategi ini mencakup:

  • Pengembangan Lingkungan Kaya Literasi dan Numerasi: Menyediakan sudut baca, poster numerasi berbasis masalah nyata, serta pembiasaan membaca dan bernalar.
  • Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL) & Projek (PjBL): Mengajak siswa mengolah data, menganalisis teks informasi, dan merumuskan solusi atas fenomena sosial atau lingkungan sekitar.

Namun, di era digital saat ini, penyampaian materi literasi dan numerasi memerlukan media yang relevan dengan karakteristik siswa generasi Alpha dan Gen Z. Di sinilah peran digitalisasi menjadi sangat krusial.

3. Digitalisasi Pembelajaran:  Akselerator Pembelajaran

Digitalisasi pembelajaran hadir sebagai sarana penunjang untuk memperluas akses, memperkaya konteks, dan meningkatkan keterlibatan siswa. Penggunaan teknologi seperti Papan Interaktif Digital (PID), Learning Management System (LMS), hingga media pembelajaran interaktif berbasis aplikasi/AI memungkinkan konsep literasi dan numerasi disajikan secara visual, konkret, dan menyenangkan.

Beberapa langkah integrasi digitalisasi dalam literasi-numerasi meliputi:

  • Simulasi & Visualisasi Interaktif: Menggunakan perangkat digital untuk memperjelas konsep matematika/numerasi yang abstrak menjadi bentuk visual 3D atau grafik dinamis.
  • Literasi Digital & Etika Pemfaatan AI: Mengajarkan murid cara memilih, mengkritisi, dan mengolah informasi digital secara kritis dan bertanggung jawab.
  • Personalized Learning: Memanfaatkan platform digital untuk memetakan kemampuan literasi-numerasi siswa secara diagnostic, sehingga guru dapat melakukan diferensiasi pembelajaran.

 

 

Integrasi Triad: Bagaimana Ketiganya Bekerja Bersama?

Sinergi antara SPMI, Literasi-Numerasi, dan Digitalisasi dapat digambarkan dalam rantai proses berikut:

  1. Perencanaan (SPMI): Sekolah menggunakan data Rapor Pendidikan untuk mengidentifikasi capaian literasi dan numerasi siswa. Berdasarkan data tersebut, dirumuskan program prioritas pembenahan.
  2. Pelaksanaan (Digitalisasi & Pembelajaran): Guru merancang Modul Ajar dan Media Pembelajaran Interaktif (MPI) berbasis digital untuk memfasilitasi kegiatan literasi-numerasi di kelas.
  3. Evaluasi Mutu (SPMI & Asesmen Digital): Pelaksanaan pembelajaran dievaluasi secara berkala menggunakan asesmen digital interaktif. Data asesmen dikembalikan ke tim SPMI sekolah untuk perbaikan siklus berikutnya.

 


Continue reading Membersamai BOS Kinerja Terbaik Tahun 2026 Gugus SMA Kab.Jembrana